May 17, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

Tomy Winata Ungkap Penyebab Hasil Rapid Test Banyak Dikomplain, Karni Ilyas : Jadi Luntur ?

Pendiri Yayasan Artha Graha Peduli Tomy Winata saat acara pelepasan Tim Ekspedisi Indonesia Raya ke Argentina, di Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016). TRIBUNNEWS/HERUDIN

Jumat, 25 September 2020 21:01 WIB

TRIBUNNEWS.COM — Tomy Winata mengungkap ada satu benda di dalam alat rapid test yang sering diabaikan.

Hal tersebut kata Tomy Winata membuat akurasi hasil rapid test di Indonesia menjadi berkurang.

Tomy Winata menjelaskan hal tersebut ke Karni Ilyas.

Saat ini Karni Ilyas sudah memiliki akun Youtube.

Video pertama di akun Youtube Karni Ilyas ialah datang ke tempat Tomy Winata.

Pertama kali sampai, Karni Ilyas diajak melihat-lihat laboratorium milik Tomy Winaya.

“bisa ceritain pak Tomy apa aja nih ruangan,” kata Karni Ilyas dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtube Karni Ilyas Club.

“ini ruangan swab test, digunakan untuk swab test,” terang Tomy Winata ke Karni Ilyas.

“rapid gak dipakai lagi yah ?” tanya Karni Ilyas.

Tomy Winata mengatakan rapid test masih dipakai.

Akurasinya pun menurut tomy Winata masih cukup tinggi.

“rapid dipakai pak, sebenranya akurasinya masih 93 lebih yah,” kata Tomy Winata.

“oh masih tinggi yah,” timpal Bang Karni.

“masih tinggi pak,” sahut Tomy Winata.

Karni Ilyas lantas menjadi heran karena banyak orang yang komplain atas hasil rapid test.

“kenapa orang komplain melulu,”lata Bang Karni.

Tomy Winata menjelaskan sebenarnya di dalam bungkus rapid test tersebut ada alat yang suhunya mesti selalu terjaga.

Namun kebanyakan di Indonesia justru abai menjaga suhu untuk alat tersebut.

“ini rapid, ini dalaemnya ada ini, dalam rapid ini ada alat alat ini, ada reagen,

ini harus selalu disimpan tidak lebih dar 21 derajat,

jadi orang suka ambil dalam sini dikasih, dibawa pulang atau perjalanan,

nah selama perjalanan ini ketemu suhu di atas 30, taro di mobil taro di coffee shop,

jadi reagen berlama-lama di ruangan di ats 21 , nah ini gak boleh, ” kata Tomy Winata.

Atas suhu yang tak sesuai tersebut akurasi rapid test pun akan luntur.

“begini ini rusak dampaknya kena panas terlalu ini, mohon maaf ini saya bukan dokter, ini ilumu juga saya belajar sama dokter sama ahli obatnya,

jadi dengan begitu ininya luntur,” kata Tomy Winata.

“jadi gak akurat ?” tanya Karni Ilyas.

“jadi gak akurat,” kata tomy Winata.

Tomy Winaya lalu mengatakan banyak pula orang yang membandingkan dengan di luar negeri.

Menurut Tomy Winata suhu di luar negeri jauh berbeda dengan di Indonesia.

“makanya waktu itu di luar negeri bisa dipakai di pinggir jalan,

karena luar negeri wkatu itu lagi musim semi, Indonesia sepanjang tahun 31 derajat terus,” kata tomy Winata.

“jadi gak pakai ac pun,” timpal Bang Karni.

Tomy Winata menekankan ia bicara demikian bukan berarti tahu mana yang benar atau salah.

Hal tersebut diucapkan atas dasar pengalaman yang sudah dilakukan.

“cuman saya kan bukan untuk ngomong benar salah, semua orang yang negatif kita swab negatif, semua yang pisitif positif pak,” kata tomy Winata.

“walaupun pakai rapid ?” kata Banng Karni.

“ya walaupun pakai rapid, jadi kita udah berapa kali uji coba,

saya gak bilang kami punya cara paling benar,

tapi itu berdasar pengalaman setelah sudah membantu orang swab dan rapid mencapai 37 ribu per kemarin,” kata Tomy Winata ke Karni Ilyas.

Sumber : https://www.tribunnews.com/nasional/2020/09/25/tomy-winata-ungkap-penyebab-hasil-rapid-test-banyak-dikomplain-karni-ilyas-jadi-luntur