May 17, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

Tomy Winata, Sosok di Balik Kawasan Elit SCBD Jakarta

Tomy Winata

wahananews

Redaksi – Serbaserbi – Selasa, 23 Pebruari 2021 – 20:12 WIB

 

WahanaNews.co | Tidak selamanya roda kehidupan itu diam pada posisi tertentu, terkadang bisa di atas, dan tidak jarang pula berputar ke bawah.

Tomy Winata, salah satu sosok profil orang sukses yang berhasil memutari roda kehidupan dengan baik.

Tomy merupakan sosok pengusaha asal Pontianak, Kalimantan Barat, yang sukses menjelma menjadi salah satu tokoh yang disegani di Indonesia.

Bisnisnya tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Mulai dari bisnis properti, perbankan, perkebunan, sampai infrastruktur.

Sebanyak 830.000 orang menggantungkan hidup pada perusahaan yang dibangunnya.

Penasaran dengan perjalanan hidup Tomy Winata ini? Berikut rangkuman kisah sukses Tomy dalam memutari roda kehidupan.

Terlahir dari Keluarga Miskin dan Serba Kekurangan

Pria yang lahir dengan nama Oe Suat Hong ini, sempat hidup terlunta-lunta lantaran terpenjara dalam kemiskinan.

Hal ini membuat Tomy kecil tumbuh menjadi sosok yang kuat dan tegar dalam menjalani kehidupan.

Kepedihan dalam hidupnya tak berhenti sampai situ.

Tommy merupakan anak yatim piatu yang berjuang seorang diri dalam menghadapi kerasnya dunia.

Di usianya yang masih remaja, Tommy memutuskan untuk merantau dari Jakarta ke Kalimantan.

Tomy mengatakan bahwa dirinya dulu memulai perjuangan dengan modal 3 pasang baju dan uang sebesar Rp 30 ribu.

“Adalah tiga setel pakaian sama uang tiga puluh ribu rupiah Pak, dan waktu itu sudah besar ya untuk bekal saya berangkat merantau, Pak,” ucap Tomy Winata.

Tinggal di kota orang, tak membuat Tomy menyerah pada nasib. Tomy Winata rela melakukan berbagai pekerjaan kasar, asalkan halal.

Ia memulai kariernya di Kalimantan sebagai kuli bangunan. Profesi ini ia lakoni selama beberapa tahun guna mendapatkan sesuap nasi.

Tak puas dengan apa yang ia raih, di tahun 1972, ketika dirinya berusia 15 tahun, Tomy mencoba peruntungan dengan menjalin sebuah bisnis yang yang dikerjakan bersama pihak militer Indonesia.

Aksinya tersebut tergolong nekat. Pasalnya, tidak semua etnis Tionghoa pada masa itu, berani berurusan dengan kalangan militer.

Keberaniannya tersebut membuahkan hasil, bisnis yang Tomy kerjakan bersama pihak militer terjalin dengan mesra.

Sejak saat itu, Tomy memiliki mimpi untuk menjadi pengusaha yang sukses.

Jatuh Bangun dalam Hidup

Berbekal dengan pengalaman dan wawasan yang telah ia miliki selama bekerja, dirinya memutuskan untuk banting setir menjadi seorang investor yang memiliki saham pada sebuah proyek di Papua.

Namun sayang, usahanya tersebut harus terhenti karena mengalami kebangkrutan. Tak menyerah, Tomy juga pernah mencoba peruntungan di daerah lain.

Ia memilih untuk menjadi investor proyek di Kalimantan Barat yang merupakan tempat ia bertumbuh dan berkembang.

Namun sayang, usahanya kembali macet dan akhirnya bangkrut.

Di wilayah NTT, usaha yang dirintisnya ternyata tak berumur panjang dan harus berakhir dengan kebangkrutan.

Tak putus asa, dirinya mencoba peruntungan dengan membuka bisnis di Ibukota.

Namun sayang, semua usahanya tersebut harus kandas di tengah jalan. Tak tanggung-tanggung, bisnisnya di Jakarta bahkan mengalami dua kali kebangkrutan.

Jatuh bangun Tomy Winata dalam membangun bisnis akhirnya terbayarkan.

Dalam waktu 10 tahun, ia mampu mendirikan dan mengembangkan kerajaan bisnis yang ia miliki.

Bisnisnya tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari properti, perdagangan, konstruksi, perhotelan, perbankan, hingga industri telekomunikasi.

Total dirinya saat itu mempunyai 16 perusahaan. Salah satu usaha utama dari Tomy Winata adalah dalam sektor properti dan infrastruktur.

Melalui PT Jakarta Internasional Hotels and Development (JIHD.JK), Tomy memiliki Hotel Borobudur, dan melalui anak perusahaan, yaitu PT Danayasa Arhatama Tbk (SCBD.JK), Tomy memiliki Kawasan Business District yang pertama di Indonesia, yaitu Sudirman Central Business District (SCBD) seluas 45 hektare.

Tomy memiliki visi bahwa kawasan SCBD akan menjadi “Manhattan of Indonesia”.

Tak berhenti sampai situ, Tomy Winata juga mengelola usaha pariwisata dan resor di Pulau Perantara dan Pulau Matahari yang masuk dalam kawasan wisata Pulau Seribu.

Pengusaha kelahiran 1958 ini juga menjadi pemilik Pulau Bule di Lampung yang menjadi kawasan pribadi bagi dirinya.

Sejumlah kapal pesiar pun juga dimiliki oleh sosok yang merupakan pendiri Grup Artha Graha tersebut.

Dirinya juga merupakan sosok penting yang memfasilitasi kedatangan Christiano Ronaldo di Indonesia sebagai Duta Konservasi Hutan Mangrove.

Tomy Winata memiliki prinsip hidup yang selalu ia pegang. Hidup harus manfaat bagi orang banyak, lingkungan juga.

Dengan semakin banyak orang jadi filantropi, semakin besar proteksi untuk generasi depan lebih baik. 

[qnt]

sumber: https://wahananews.co/serbaserbi/tomy-winata–sosok-di-balik-kawasan-elit-scbd-jakarta/0