
Batam, Batamnews – Proyek Rempang Eco-City mulai bergerak. BP Batam memastikan pengembangan kawasan itu akan dikerjakan awal bulan depan bersama PT Makmur Elok Graha (MEG). Tahap pertama, mereka tidak langsung mengejar konstruksi besar. Prioritasnya justru sektor agro dan ketahanan pangan.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebut pergerakan fisik bersama MEG akan segera dimulai. Menurut dia, program sosial sudah lebih dulu berjalan di lapangan. “Mulai bergerak dengan MEG awal bulan depan. Tapi sebenarnya program-program sosial seperti Sekolah Integrasi Merah Putih kan sudah,” ujar Fary, Kamis, 29 Oktober 2026.
Fary menjelaskan, dari berbagai komponen pengembangan Rempang, ketahanan pangan dipilih sebagai prioritas awal. Tujuannya jelas: agar warga setempat langsung terlibat dan merasakan dampaknya. “Yang pertama kita dorong adalah agro, ketahanan pangannya. Tujuannya untuk melibatkan masyarakat,” tegasnya.
Meski target waktu sudah ditetapkan, Fary mengakui eksekusinya bergantung pada status clean and clear lahan. Wewenang itu berada di kedeputian lain. “Kalau di sana (lahan) sudah siap, kita sudah bisa jalan,” tambahnya. Selain ketahanan pangan, sektor energi juga masuk dalam masterplan Rempang Eco-City. Namun, saat disinggung soal isu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di kawasan itu, Fary langsung menepisnya. “Belum lah, itu baru wacana. Untuk nuklir nanti kita dengar arahan dari pusat dulu,” katanya.
Sebagai informasi, Rempang Eco-City merupakan satu dari tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini menjadi fokus BP Batam. Dua proyek lainnya adalah PSN Wiraraja yang segera memasuki tahap penandatanganan MoU, serta PSN Tanjung Sauh yang sudah berjalan dengan suntikan investasi sekitar Rp 4 triliun.
Source : https://batamnews.co.id/berita-131338-rempang-eco-city-mulai-digarap-bulan-depan-ketahanan-pangan-jadi-prioritas.html

More Stories
Remaja asal Galang Raih Medali Kejurnas Tinju Amatir 2026
PT MEG Sambut Semarak Festival Transmigrasi 2026 di Rempang Eco-City
Dari Warung Kopi Jadi Punya Empat Usaha, Cerita Novi Setelah Pindah ke Kawasan Rempang Eco-City