May 17, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

Pemkab Bogor Operasikan Pusat Isolasi Pasien Covid-19 di Puncak

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan pusat isolasi pasien covid-19 di Puncak siap beroperasi. (Foto: Antara)

Haryudi · Senin, 25    Januari 2021 –     16:31:00 WIB

 

BOGOR, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat segera mengoperasikan pusat isolasi pasien positif covid-19 di Puncak. Hal itu dilakukan mengingat kasus covid-19 di Kabupaten Bogor terus melonjak hingga menembus 7.297 orang saat ini.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan pusat isolasi pasien covid-19 itu terletak di Wisma Desa Cibogo, Megamendung. Ade memastikan saran dan prasarana pusat isolasi itu sudah siap menerima pasien positif covid-19.

 

 

“Dari tinjauan yang saya lihat, ini sudah siap baik sarana prasarana juga tenaga kesehatannya, untuk itu saya minta rumah isolasi pasien Covid-19 ini segera dioperasikan,” kataa Ade Yasin di Bogor, Senin (25/1/2021).

Ade Yasin menjelaskan banyak masyarakat yang harus diisolasi mandiri karena positif Covid-19 tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Bogor. Sementara itu kondisi rumah mereka tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi mandiri karena kamar tidur tidak bisa sendiri dan kamar mandi yang bersamaan.

“Ini yang berbahaya satu orang bisa menularkan keseluruh keluarga. Saya minta bagi pasien atau masyarakat OTG yang rumahnya tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, segera bawa ke rumah isolasi pasien Covid-19 di Cibogo ini,” ucap Ade Yasin.

 

 

Bupati Bogor menambahkan, saat ini sudah ada 12 tenaga kesehatan terdiri atas empat dokter dan delapan perawat serta tenaga bantuan lainnya yang siap merawat dan mengawasi 60 pasien covid-19 khususnya pasien OTG.

“Sebanyak 12 nakes itu akan bekerja dengan sistem shif, pergantian shif dilakukan setiap 14 hari sekali. Di rumah isolasi  pasien Covid-19 ini, pasien laki-laki dan perempun tidak disatukan. Tetapi dibagi menjadi dua blok,” ujarnya.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan makan minum bagi pasien dan peralatan mandi menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Hukum paling tinggi adalah kesehatan masyarakat. Kebutuhannya seperti makan, minum, peralatan mandi itu kita sediakan,” ucap Ade Yasin.

Selain itu, Ade juga menyebut rumah isolasi pasien Covid-19 di Wisma Cibogo tidak saja diperuntukan bagi pasien OTG Covid-19 wilayah Bogor Selatan saja. Akan tetapi diperuntukkan juga bagi pasien Covid-19 yang telah menjalani perawatan di rumah sakit dan sudah tidak ada gejala tetapi masih dinyatakan positif.

“Atau bagi pasien yang CT nya rendah atau sudah tidak berbahaya lagi dapat dilakukan isolasi mandiri disana. Bahkan jika rumah isolasi pasien Covid-19 Kemang penuh, bisa juga dialihkan ke rumah isolasi pasien Covid-19 Wisma Cibogo,” kata Ade Yasin.

 

 

Ade menyebut rumah isolasi pasien covid-19 di Puncak ini sempat terhambat karena Pemkab Bogor ingin mempersiapkan sebaik mungkin. Mulai dari rekrutmen tenaga kesehatan hingga penyediaan fasilitas bagi pasien maupun tenaga kesehatan.

“Sebetulnya ini sudah kami resmikan sejak 19 Oktober 2020 lalu, tetapi kita perlu orang yang siap bekerja dengan resiko tinggi, Alhamduliah relawan sudah kami rekrut, dokter dan perawat sudah siaga untuk bertugas. Untuk mengurangi risiko mereka terpapar kami juga lengkapi mereka dengan Alat Pelindung Diri (APD), dan kamar terpisah khusus Nakes,” katanya.

Editor : Rizal Bomantama

Sumber  :  https://www.inews.id/news/megapolitan/pemkab-bogor-operasikan-pusat-isolasi-pasien-covid-19-di-puncak/3