May 23, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

Bangun Gedung Tertinggi RI, Siapa Danayasa?

 

 

VIVAnews – Pemilik Artha Graha Network, Tomy Winata mulai serius menggarap gedung 111 lantai, bernama Signature Tower. Ia menggandeng MGM Hospitality di Las Vegas, Amerika Serikat. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan pada 21 Mei 2012 lalu.

Proyek itu dikerjakan oleh anak usaha Artha Graha Network, PT Danayasa Arthatama Tbk. Danayasa Arthatama sendiri merupakan pengembang Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), sebuah kawasan bisnis terpadu seluas lebih kurang 45 hektare yang terletak di jantung kota Jakarta, sekaligus pemilik dan developer Signature Tower.

Siapa sebenarnya perusahaan Danayasa Arthatama?

Dikutip VIVAnews dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Danayasa Arthatama (berkode saham SCBD) beralamat di Gedung Artha Graha Lantai 12 Jalan Jenderal Sudirman Kavling 52-53 Jakarta. Perusahaan ini melakukan pencatatan perdana saham (initial public offering/IPO) di BEI pada 31 Desember 2009 di papan pengembangan.

Perusahaan bergerak di sektor properti, real estate, dan building construction dengan sub sektor properti dan real estate. Sebagai biro administrasi efek, perseroan menunjuk PT Sirca Datapro Perdana.

Pemegang saham pengendali perseroan adalah PT Jakarta International Hotels & Development Tbk dengan jumlah 2,1 miliar lembar saham atau 63,22 persen. Kemudian, PT Jakarta International Hotel & Development dengan 630 juta lembar saham atau 18,97 persen dan publik memiliki sekitar 584 juta lembar saham atau 17,59 persen saham.

Perseroan memiliki 16 anak perusahaan. Di antaranya adalah Delfina Group Holdings Limited (Delfina), PT Grahamas Adisentosa (GA), PT Intigraha Arthayasa (IA), PT Majumakmur Arthasentosa (MAS), PT Artha Telekomindo, PT Citra Adisarana (CA), PT Artharaya Unggul Abadi (AUA), PT Citra Wiradaya (CW), PT Nusagraha Adicitra (NA), PT Pandugraha Sejahtera (PGS), PT Adinusa Puripratama (AP), PT Panduneka Abadi (PA), PT Grahaputra Sentosa (GPS), PT Andana Utamagraha (AU), PT Pusat Graha Makmur (PGM), PT Esagraha Puripratama (EP).

Sementara itu, total aset Danayasa Arthatama sepanjang 2011 naik tipis 0,08 persen menjadi Rp3,478 triliun dari periode sebelumnya Rp3,475 triliun. Terjadi penambahan kas dan setara kas Rp70,5 miliar dari Rp136,7 miliar menjadi Rp207,2miliar.

Sedangkan total kewajiban grup, turun 7,43 persen dari Rp943,1 miliar menjadi Rp873,1 miliar. Hal ini disebabkan berkurangnya utang bank sekitar Rp69,8 miliar.

Berikut, jajaran Komisaris dan Direksi SCBD:
Komisaris Utama: Santoso Gunara
Komisaris Independen: Henry Handayani Sutanto
Komisaris: Juliana Ong Pe I

Direktur Utama: Arpin Wiradisastra
Direktur: Agung Rin Prabowo
Direktur: Hartono Tjahjadi
Direktur: Bimmy Indrawan Tjahya (eh)