July 3, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

lustrasi para konglomerat raja properti di Indonesia / TrenAsia-Deva Satria

12 Oktober 2021 06:05 WIB

JAKARTA – Perusahaan properti jumbo di Indonesia banyak dimiliki oleh konglomerat terkenal. Sejumlah konglomerat memang sudah tak asing lagi nama-namanya.

Nama konglomerat seperti Eka Tjipta Widjaja dari Grup Sinar Mas alias pemilik PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Mochtar Riady dari PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) milik keluarga Ciputra atau Tjie Tjin Hoan, terbilang “crazy rich old money”.

Namun, bagaimana dengan perusahaan properti lainnya? Nama pemiliknya sering kali masih kalah moncer dibandingkan dengan konglomerat tersebut. Kendati tak bisa disejajarkan dengan mereka di deretan orang terkaya versi majalah Forbes, kekayaan taipan berikut ini juga tak main-main dalam kepemilikan aset properti.

1. Tommy Winata

Tommy Winata adalah pria kelahiran 23 Juli 1958 asal Pontianak. Dia merupakan pendiri Grup Artha Graha. Oe Suat Hong adalah nama lain dari Tommy, memiliki kekayaan pada 2019 yang ditaksir mencapai kurang lebih US$940 juta atau Rp13,3 triliun (kurs Rp14.200 per dolar Amerika Serikat).

Di sektor properti dan infrastruktur, ia memiliki PT Jakarta Internasional Hotels and Development Tbk (JIHD), salah satu jaringannya Hotel Borobudur. Kemudian, ia juga pemilik dari kawasan Business District yang pertama di Indonesia, yaitu Sudirman Central Business District (SCBD) seluas 45 Hektare melalui PT Danayasa Arhatama Tbk (SCBD).

Bukit Golf Mediterania, Kelapa Gading Square, The City Resorts, Mangga Dua Square, Pacific Place juga tercatat sebagai bagian dari asetnya. Bahkan, Tomy Winata juga mengelola Pulau Sebaru dan Pulau Matahari di kawasan wisata Kepulauan Seribu.

2. Sugianto Kusuma

Sugianto Kusuma yang kerap disapa Aguan ini lahir pada 10 Januari 1951 di Palembang. Ia pendiri perusahaan properti Agung Sedayu Group dengan total kekayaan kurang lebih US$910 juta atau sekitar Rp13 triliun.

Bisnis Sugianto dibangun awalnya dengan mendirikan rumah, pertokoan, apartemen, dan kawasan niaga atau mal Harco Mangga 2 pada 1991.

Di Agung Sedayu Group, ia juga mengembangkan kawasan industri, yakni Sedayu Square, Green Sedayu Biz Park Cakung, dan Green Sedayu Biz Park Daan Mogot.

Kemudian, aset properti lainnya Green Sedayu Apartment, Sedayu City Kelapa Gading, Puri Mansion, Taman Anggrek Residence, Ancol Mansion, Grand Galaxy.

3. Trihatma Kusuma Haliman

Selanjutnya ada nama Trihatma, pria lulusan Teknik Arsitektur Universitas Trier, Kaiserlautern, Jerman (1970-1973) ini menjadi CEO di Agung Podomoro Group pada 1986-2016.

Trihatma sendiri merupakan generasi kedua atau anak dari pengusaha Anton Haliman. Trihatma, dikenal sebagai taipan pemilik mal terkenal, yakni Senayan City, Central Park, dan Thamrin City.

Total kekayaan yang dimilikinya menyentuk angka Rp6,98 triliun. Bahkan, ia pernah membeli proyek apartemen di Le Nouvel Ardmore, Singapura sebesar Rp207 miliar.

4. Alexander Tedja

Alexander Tejda adalah pemilik perusahaan properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Dia memiliki kekayaan yang ditaksir mencapai US$1,19 miliar atau Rp17,25 triliun.

Ia lahir di Medan pada 22 September 1945. Diketahui, Alex menjalani bisnis di sektor properti pada 1982. Melalui PWON, ia menggarap proyek Plaza Tunjungan I Surabaya yang beroperasi resmi pada 1986.

Sejumlah aset atau mal terkemuka yang dimiliki Pakuwon antara lain, Gandaria City Mall Jakarta, Kota Kasablanka Mall, Jakarta, Blok M Plaza Jakarta, Tunjungan City Mall 1-6 Surabaya, Pakuwon Mall Surabaya, Pakuwon City Mall Surabaya, dan Royal Plaza Surabaya.

Sebagai informasi, PWON juga menambah aset melalui pembelian Hartono Mall Yogyakarta dan Hartono Solo Baru dari Duniatex Group pada November 2020.

5. Harjanto Tirtohadiguno

Kekayaan bersih Harjanto Tirtohadiguno lulusan University of Missouri Columbia, Amerika Serikat ini disebut mencapai Rp 6,4 triliun. Lahir pada 1931, nama Harjanto terkenal sebagai pemilik perusahaan properti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

Adapun di dunia properti, ia pernah menduduki jabatan sebagai direktur, komisaris di ASRI. Selain itu, riwayat kariernya juga pernah ditempuh sebagai Manajer Pemasaran di PT Alfa Goldland Realty(1988-1989), General Manager di PT Megalopolis Manunggal Indonesia Development (1990-1993), dan PT Alfa Goldland Realty sebagai Direktur (1994-1995 dan 2003-2012).

Harjanto juga membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Megalopolis Manunggal Industrial Development (MMID) dan mengembangkan kawasan industri di daerah Cikarang Barat, Bekasi, yang dikenal dengan Kota Industri MM2100.

Sumber : https://www.trenasia.com/5-konglomerat-pengusaha-properti-kaya-raya-dari-tommy-winata-hingga-aguan