May 17, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

Ulama Besar NTB Sebut Islam Hormati Perbedaan

TGH. L. Turmudzi Badruddin (tengah) saat mengupas toleransi dalam beragama

Desember 16, 2021

Lombok Fokus | Lotara – Dalam suatu pemerintahan umat Islam wajib saling menghormati. Perbedaan agama tidak menyebabkan adanya permusuhan, namun justru harus terjadi saling toleransi. Demikian diungkapkan ulama besar NTB TGH. L. Turmudzi Badruddin, Selasa (14/12/2021), di pelataran Masjid Besar Nurul Hikmah Pemenang, Lombok Utara.

“Sejak masa Nabi (Muhammad SAW, red), sudah ada banyak agama seperti agama Yahudi, Nasrani, dan sebagainya. Masa tersebut tidak ada yang menganggu agama umat lain. Perbedaan agama itu tidak menyebabkan terjadi perpecahan,” tutur Dewan Mustasyar PBNU itu.

Ulama sepuh yang populer dengan sebutan Tuan Guru Bagu itu mengatakan bahwa Islam mengutamakan toleransi beragama. Perbedaan agama pada masa lalu sama seperti keberagaman dalam keberagamaan pada masa sekarang tidak boleh diganggu. Salah satu Penasehat Presiden itu menekankan persaudaraan dalam pemerintahan harus dijaga.

Menyangkut keberadaan Masjid Nurul Hikmah di Lombok Utara, yang diresmikan sehari sebelumnya yang dibangun oleh Yayasan Artha Graha Peduli bersama masyarakat, sapaan Mamiq Bagu berharap kepada penyumbang dan yang menerima sumbangan masjid akan membawa faedah. Penyumbang akan diberikan kemudahan rezeki dan kepada yang menerima sumbangan dapat menggunakan masjid untuk beribadah dengan khusyuk.

“Sesuai dengan namanya Masjid Besar Nurul Hikmah yang berarti cahaya hikmah, maka akan banyak hikmah dari masjid ini,” katanya.

Sementara Ketua Umum Artha Graha Peduli Heka Hertanto mengatakan, alasan Artha Graha Peduli membangun masjid selain sebagai tempat beribadah, masjid juga memiliki fungsi dan kegunaan lain yaitu tempat bermusyawarah kaum muslimin, guna memecahkan persoalan yang timbul dalam masyarakat.

“Masjid merupakan tempat kaum muslimin untuk berkonsultasi, mengkajikan kesulitan-kesulitan, meminta bantuan dan pertolongan. Masjid tempat membina keutuhan ikatan jemaah dan kegotong-royongan di dalam mewujudkan kesejahteraan bersama,” jelasnya.

Masjid Jami Nurul Hikmah dibangun kembali selama 8 bulan dan pada 2019 masjid ini tuntas dikerjakan. Namun karena Covid-19, peresmian dilakukan pada 2021 dan diserahkan kepada masyarakat

Pembangunan masjid ini diawasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan telah memenuhi standar prosedur analisis teknis dan analisis struktur yang dikukuhkan melalui surat kementerian PUPR bernomor UM-03-04/SATGASLAK-LB/064/2018.

Masjid Besar Nurul Hikmah merupakan merupakan simbol kerukunan umat beragama di Kabupaten Lombok Utara. Hal ini ditandai dengan ditanamnya sejumlah pohon kurma dari hasil sumbangan umat beragama Hindu di wilayah itu.

Sumber: https://lombokfokus.com/ulama-besar-ntb-sebut-islam-hormati-perbedaan/