May 23, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

Sejumlah Importir Mulai Serap Gula dari Petani

Ilustrasi gula pasir. (Foto: Antara)

Kamis,   3  September  2020 |   12:58   WIB
Oleh  :  WBP

 

Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah importir gula menyatakan mulai merealisasikan pembelian gula hasil produksi petani lokal dengan harga Rp 11.200 per kilogram (kg) sebagai komitmen atas kesepakatan penyerapan gula nasional pada musim giling tebu tahun 2020.

“Untuk grup kami, sudah melakukan pembelian gula petani. Tahap pertama sudah selesai, tahap kedua ditargetkan terserap sebanyak 10.100 ton,” kata Indra Suryaningrat dari grup usaha yang membawahi tiga perusahaan yakni PT Sentra Usahatama Jaya, PT Andalan Furnindo dan PT Medan Sugar Industry, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemdag) menugasi BUMN dan perusahaan importir gula swasta untuk menyerap gula produksi petani sebagai respons mengatasi anjloknya harga gula di tingkat petani yang tengah memasuki musim giling.

 

Selain tiga perusahaan tersebut, ​​​​​​pembelian gula petani juga telah dilakukan importir lainnya yaitu PT Dharmala Usaha Sukses. “Kami importir secara bertahap mereliasasikan pembelian Rp 11.200 per kilogram,” kata Nugroho Adi Saputro dari PT Dharmala.

Meski begitu, pembelian gula petani seharga Rp 11.200 per kilogram mengalami kendala, karena saat ini ada gula yang di lelang di pasar seharga Rp 10.600 per kilogram oleh PTPN. “Jadi kalau kami beli sekarang dan langsung jual maka pasti rugi besar,” ujar Nugroho Adi.

Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid menagih janji Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto yang telah menugasi BUMN dan perusahaan importir gula untuk membeli gula petani seharga Rp 11.200 per kilogram.

Namun kesepakatan antara importir gula dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) itu tidak terlalu efektif, sehingga komitmen untuk membeli gula di level petani di angka Rp 11.200 per kg belum seluruhnya tercapai.

 

Sebelumnya pada 10 Juli 2020 sebanyak 12 importir gula nasional berkomitmen menyerap gula produksi 2020 dari petani tebu dengan harga Rp 11.200 per kilogram, sesuai porsi masing-masing importir.

Kesepakatan pembelian dilakukan antara APTRI yang mewakili petani tebu dengan 12 perusahaan importir gula itu, disaksikan Deputi Menko Perekonomian, Kepala Badan Litbang Kemendag, Direktur Impor Kemendag, dan Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Kepala Seksi Direktorat Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan, serta Direktur Tanaman Semusim Kementan.

Adapun 12 perusahaan tersebut antara lain PT Sugar Labinta, PT Dharmapala Usaha Sukses, PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Sentra Usahatama Jaya, PT Medan Sugar Industry, PT Andalan Furnindo, PT Angels Products, PT Kebun Tebu Mas, PT Adikarya Gemilang, dan PT Priscolin.

Kementerian Pertanian memperkirakan produksi Gula Kristal Putih (GKP) pada 2020 sebanyak 2,5 juta ton, sementara kebutuhan gula nasional mencapai 5,8 juta ton per tahun.

 

Sumber :  https://www.beritasatu.com/ekonomi/672321/sejumlah-importir-mulai-serap-gula-dari-petani