
Sapu Bersih, 10 Ton Sampah di Rempang Lenyap Hanya dalam Satu Jam, Batam Cetak Rekor Nasional

Batam, Batamnews – Pesisir Rempang menjadi saksi bisu sebuah aksi lingkungan yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 10 ton sampah berhasil disapu bersih hanya dalam waktu satu jam. Sebuah catatan yang kini menjadi rekor pembersihan lingkungan tingkat nasional di momentum Hari Bumi Nasional 2026.
Gebrakan kolosal ini diinisiasi oleh Gugus Tugas Batam Maju BP Batam yang berkolaborasi dengan Artha Graha Peduli, PT Makmur Elok Graha (MEG), Pemko Batam, DLH, Gema Asri, hingga startup lingkungan CONTAINDER. Lebih dari 600 relawan—mulai dari masyarakat lokal, komunitas lingkungan, hingga pelaku UMKM binaan PT MEG—turun langsung “mengeroyok” tumpukan sampah di bibir pantai.
Dukungan pun mengalir deras dari unsur birokrasi. Sebanyak 150 ASN dan perwakilan OPD Pemko Batam ikut berkotor-ria sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah, swasta, dan warga dalam mengatasi krisis sampah pesisir yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Batam.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memimpin langsung aksi “gercep” (gerak cepat) ini. Baginya, gotong royong adalah kunci utama keberhasilan di lapangan.
“Ini adalah bukti bahwa kerja bersama mampu menghasilkan dampak besar dalam waktu singkat. Ke depan, kami ingin memastikan gerakan seperti ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” tegas Amsakar di sela-sela kegiatan.
Senada dengan Amsakar, Ketua Gugus Tugas Batam Maju, Li Claudia Chandra, menekankan bahwa masyarakat perlu dilibatkan secara fisik agar memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan. Ia ingin mengubah paradigma dari sekadar bicara menjadi bukti nyata.
“Pendekatan kita harus bergeser dari sekadar narasi menjadi aksi nyata. Ketika masyarakat terlibat langsung, akan tumbuh kesadaran dan rasa memiliki terhadap lingkungan. Itu yang menjadi fondasi keberlanjutan,” ungkap Li Claudia.
Bukan Sekadar Bersih, Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat
Menariknya, aksi ini juga membawa berkah ekonomi bagi warga setempat. Seluruh kebutuhan logistik dan konsumsi relawan disiapkan oleh UMKM warga Rempang Eco City binaan PT MEG.
Direktur Utama PT MEG, Nuraini Setiawati, menegaskan komitmennya untuk membangun kawasan yang inklusif, di mana pembangunan fisik dan pemulihan ekologi berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.
“Dampak yang dihasilkan hari ini tidak hanya lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga pergerakan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM binaan kami. Sejalan dengan itu, kami juga terus mengakselerasi program reforestasi melalui penanaman ribuan bibit pohon di kawasan Rempang. Ini adalah wujud integrasi antara pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, dan pemulihan ekologi,” jelas Nuraini.
Wakil Ketua Gugus Tugas Batam Maju, Moris Limanto, menambahkan bahwa isu lingkungan kini menjadi eskalasi prioritas timnya setelah sukses mendorong omzet UMKM hingga miliaran rupiah.
“Setelah mendorong penguatan UMKM hingga menghasilkan omzet Rp1 miliar dalam tiga hari, kini kami fokus pada isu lingkungan sebagai prioritas bersama untuk memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam berkomitmen untuk tidak membiarkan aksi ini sia-sia. Infrastruktur pengelolaan limbah di kawasan Rempang akan diperkuat, termasuk rencana pembangunan fasilitas pengelolaan sampah terintegrasi di kawasan Rempang Eco City.
Gugus Tugas Batam Maju kini membuktikan bahwa di bawah arahan Amsakar Achmad dan komando Li Claudia Chandra, inovasi lintas sektor benar-benar bisa menghadirkan perubahan nyata, baik untuk kelestarian alam maupun kesejahteraan warga Batam
.
sumber: https://www.batamnews.co.id/berita-126998-sapu-bersih-10-ton-sampah-di-rempang-lenyap-hanya-dalam-satu-jam-batam-cetak-rekor-nasional.html

More Stories
Dari Gunung Padang Ajakan Pertobatan Ekologis di Peringatan Hari Bumi
Gugus Tugas Batam Maju Pecahkan Rekor, Bersihkan 10 Ton Sampah di Rempang dalam 1 Jam
Pimpin Upacara Hari Kartini di Rembang, Menteri PPPA Tegaskan Komitmen Asta Cita untuk Pemberdayaan Perempuan