August 10, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

Pulau Sebaru Dipakai buat Karantina WNI, Ini Kata Tomy Winata

Foto: Tomy Winata (CNN Indonesia/Safir Makki)

29 February 2020 20:01

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah menegaskan 188 warga negara Indonesia (WNI) dari kapal pesiar World Dream yang berhasil dievakuasi saat ini , Kepulauan Seribu. Proses ini akan berjalan selama 14 hari ke depan.

“Alhamdulillah, saudara-saudara kita telah tiba di Indonesia sejak proses evakuasi dari Jepang, kemarin [Jumat, 28 Februari]. Kita ketahui bersama ada 188 WNI yang berhasil dievakuasi dan saat ini tengah menjalani masa observasi,” kata Angkie Yudistia, Jubir Presiden bidang Sosial, dalam siaran pers, Sabtu (29/2/2020).

Jumat kemarin, 188 WNI dari Kapal World Dream tiba di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, usai dipindahkan dari KRI Soeharso-990. Selanjutnya, mereka akan melanjutkan 14 hari masa observasi usai dipulangkan dari Hong Kong akibat mewabahnya virus corona atau COVID-19.

Foto: Proses Evakuasi di Kapal Pesiar World Dream. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

“Sama seperti saudara-saudara kita yang sebelumnya menjalani karantina beberapa waktu lalu di Pulai Natuna, namun ada beberapa peningkatan dari sisi fasilitas dan prosedur penanganan yang ketat. Semua sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia, WHO,” jelas Angkie.

Dalam kesempatan terpisah, pemilik Grup Artha Graha, Tomy Winata buka suara soal penggunaan Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, untuk karantina ini. Tomy menyebut tidak ada deal komersil antara pihaknya dan pemerintah terkait pemakaian Pulau Sebaru Kecil sebagai tempat karantina dan observasi risiko virus corona. Pulau Sebaru Kecil merupakan pulau milik Grup Artha Graha.

“Di sini kita tidak deal komersil. Ini istilahnya mungkin kita pinjam pakaikan kepada pemerintah dalam hal ini negara. Karena negara memang harus hadir dalam semua masalah yang menyentuh warga negara yang tertimpa musibah di luar negeri,” kata dia, Sabtu (29/2), dikutip CNN Indonesia.

Tomy mengatakan, sebelum digunakan sebagai tempat karantina dan observasi risiko virus corona, Pulau Sebaru Kecil pernah digunakan pemerintah sebagai tempat rehabilitasi narkoba.

Tak hanya itu, Pulau Sebaru Kecil juga digunakan sebagai pusat training Artha Graha Peduli, organisasi nonprofit di bawah Grup Artha Graha.

“Bagi kami selalu patuh dan loyal apapun yang pemerintah inginkan, dalam batas yang mampu kami laksanakan. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah bahwa kami diberi kesempatan untuk membantu program pemerintah,”kata dia.

Ia mengatakan akan menata ulang dan melakukan sterilisasi Pulau Sebaru Kecil setelah pulau tersebut selesai digunakan sebagai tempat observasi.

“Pasti selesai itu, satu atau dua tahun pulau itu harus ditata ulang untuk disterilkan. Meski peraturannya cukup tiga bulan, katanya. Tapi ya kami patok satu dua tahun lah,” kata Wakil Komisaris Utama PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) ini.
Sebanyak 188 WNI yang berhasil dipindahkan dari kapal World Dream ke KRI Soeharso karena wabah virus corona, telah tiba di Pulau Sebaru Kecil, Jumat (28/2) sore. Mereka akan menjalani karantina dan observasi risiko virus corona selama 14 hari ke depan.

Selain WNI dari Kapal World Dream, WNI dari kapal Diamond Princess juga direncanakan akan menjalani karantina dan observasi di Pulau Sebaru Kecil. Saat ini, tim penjemput sudah berangkat untuk melakukan evakuasi terhadap WNI dari kapal Diamond Princess.

Lebih lanjut, terkait dengan WNI dari kapal World Dream, Angkie menjelaskan, hingga saat ini, seluruh WNI yang dievakuasi dari kapal pesiar World Dream dinyatakan negatif terjangkit coronavirus. Namun proses obeservasi wajib dilakukan untuk memastikan saat mereka pulang ke keluarga masing-masing dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak menimbulkan potensi penyebaran virus.

“Pemerintah juga memastikan akan memulangkan saudara-saudara kita yang saat ini masih berada di kapal pesiar Diamond Princess dan Rumah Sakit lepas Yokohama, Jepang. Total ada 68 orang yang akan dievakuasi,” kata Angkie.

“Proses evakuasi saudara-saudara kita di kapal Diamond Princess tentu juga mengikuti protokol kesehatan pihak Jepang. Rencananya akan diangkut dengan pesawat berbadan besar supaya tidak harus melakukan transit terlebih dahulu,” jelas pendiri Thisable Enterprise ini.

Sesampainya di Indonesia, kata Angkie, mereka akan menjalani karantina di Pulau Sebaru, sama dengan WNI yang dievakuasi dari kapal pesiar World Dream. Nanti ada pemisahan atau pembagian blok bagi warga yang berasal dari kapal pesiar World Dream dan Diamond Princess

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20200229194644-4-141463/pulau-sebaru-dipakai-buat-karantina-wni-ini-kata-tomy-winata