
PHC Evakuasi Warga Pulau Komodo Alami Perdarahan Saluran Cerna ke RSUD Komodo
- 19 Jul 2026 08:21 WIB
- Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Padar Heritage Conservation (PHC) mengevakuasi seorang warga Pulau Komodo yang mengalami kondisi gawat darurat ke RSUD Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 17 Juli 2026.
Pasien bernama Mustaming (46) didiagnosis mengalami perdarahan saluran cerna bagian atas (Upper Gastrointestinal Bleeding) disertai ancaman syok hipovolemik (impending hypovolemic shock) dan anemia berat dengan kadar hemoglobin (Hb) 5,7 g/dL. Kondisi tersebut mengharuskan pasien segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Humas PHC, Yoanna Daely, mengatakan permintaan bantuan evakuasi diterima pada sore hari setelah pihaknya memperoleh informasi dari warga mengenai adanya pasien dalam kondisi darurat. PHC kemudian berkoordinasi dengan dokter yang bertugas di Puskesmas Komodo.
“Setelah kami mengonfirmasi kondisi pasien kepada dokter yang bertugas, tim segera mempersiapkan armada untuk melakukan evakuasi medis,” kata Yoanna dalam keterangannya, Jumat malam.
Adapun berdasarkan rekomendasi dr. Andreas, pasien membutuhkan rujukan segera ke rumah sakit di Labuan Bajo sehingga diperlukan armada cepat untuk mempercepat proses evakuasi.
Kapal PHC diberangkatkan dari Pulau Padar menuju Pulau Komodo pada pukul 16.29 WITA. Selanjutnya, pasien dibawa menggunakan kapal Searider PHC dari Pulau Komodo pada pukul 17.05 WITA dan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 18.15 WITA.
Setibanya di dermaga, pasien langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Komodo, guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
PHC menyebut evakuasi tersebut merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan Yayasan Artha Graha Peduli dalam membantu masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan darurat. PHC juga menyampaikan apresiasi kepada KSOP Kelas III Labuan Bajo dan PAM Obvit Polres Manggarai Barat atas dukungan sehingga proses evakuasi berlangsung aman dan lancar.
“Kami berharap setiap masyarakat di wilayah kepulauan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapat akses layanan kesehatan,” ungkapnya.

More Stories
CSSR Pilar Penting Perusahaan
Protected: BP Batam dan Polisi Harus Berhenti Merampas Tanah Warga Rempang
Warga Galang Usulkan Pembangunan SMK di Rempang Eco City