July 3, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

Hashim Djojohadikusumo: Satwa Liar Punah Itu Penghinaan Terhadap Tuhan

Hashim Djojohadikusumo sesaat sebelum melepasliarkan dua ekor Harimau Sumatra.

Senin, 29 Juli 2019 | 23:31 WIB

VIVA – Penggagas dan pendiri Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Darmasraya-Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (PR-HSD Yayasan ARSARI), Hashim Djojohadikusumo, berpendapat kalau satwa liar punah berarti salah satu bentuk penghinaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Maka dari itu, kata adik Prabowo Subianto ini, manusia tidak boleh membiarkan satwa liar itu punah.

“Kalau satwa liar itu punah, itu penghinaan terhadap Tuhan. Tuhan kita yang menciptakan semua ciptaan yang luar biasa, kita manusia tidak boleh membiarkan punah. Karena itu, berarti itu adalah penistaan terhadap Tuhan kita, apa pun agama kita. Satwa liar semua adalah ciptaan Tuhan. Pasti sesuai rencana Tuhan, pasti ada peran masing-masing satwa liar. Masing-masing punya peran di alam semesta. Itu menurut saya,” kata Hashim sesaat sebelum melepasliarkan dua ekor Harimau Sumatra dari PR-HSD Yayasan ARSARI di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Senin, 29 Juli 2019.

Lebih lanjut Hashim menegaskan apa yang dilakukannya dan pengelola yayasan PR-HSD Yayasan ARSARI dalam upaya melestarikan keberadaan satwa liar merupakan bagian dari iman. Menurut Hashim, satwa liar adalah ciptaan Tuhan. Keberadaan yayasan PR-HSD semata-mata untuk membantu melestarikan ciptaan tuhan yang maha kuasa.

“Kami melihat, bahwa apa yang kami laksanakan ini bagian dari iman kita. Kami menilai, satwa liar itu adalah ciptaan tuhan, semua ciptaan tuhan, apa pun agama yang kita anut. Saya sebagai orang beriman, merasa bahwa apa yang saya laksanakan bersama kawan-kawan di yayasan kami adalah seutuhnya membantu melestarikan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Hashim Djojohadikusumo menyadari kalau anggaran pemerintah sangat terbatas dan minim, meski terus berjuang keras dalam melaksanakan program konservasi alam. PR-HSD Yayasan ARSARI kata Hashim, hadir untuk membantu Pemerintah dalam hal konservasi alam. Karena sejak diresmikan oleh Menteri LHK 29 Juli 2017 lalu, PR-HSD Yayasan ARSARI tetap komitmen untuk membantu dan menunjang program yang sudah ada.

“Itu fungsi dan peran kami. Tentu kalau ada penugasan lain dari pemerintah, maka kami akan menyambut baik,” tuturnya.

Diketahui, Hashim Djojohadikusumo menghadiri langsung acara pelepasliaran dua ekor Harimau Sumatera. Kedua Harimau Sumatra itu bernama Bonita dan Atan Bintang. Bonita merupakan harimau Sumatra betina yang berhasil diselamatkan tim gabungan dari areal perkebunan milik PT.TH Indo Plantations di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau pada 3 Januari 2018 lalu.

Sedangkan Atan Bintang yang berjenis kelamin jantan diselamatkan dari permukiman warga pada 18 November 2018 di Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir.

Kedua satwa dilindungi yang memiliki nama latin Panthera tigris sumatrae itu, sejak satu tahun belakangan menjalani masa rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PR-HSD), Sumatera Barat. Baik Bonita maupun Atan Bintang akan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya yakni di kawasan hutan gambut di Provinsi Riau. (ase)

Sumber : https://www.viva.co.id/berita/nasional/1170556-hashim-djojohadikusumo-satwa-liar-punah-itu-penghinaan-terhadap-tuhan