May 17, 2026

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

Antusias Warga Padati Jalan dan Gedung Sate Kirab Saksikan Milangkala Tatar Sunda

  • 17 Mei 2026 07:45 WIB  |  Bandung
  • Oleh – Atep Burhanudin,  | Editor – Adi Renaldi

 

Antusias Warga Padati Jalan dan Gedung Sate Kirab Saksikan Milangkala Tatar Sunda
Ribuan warga memadati kawasan Gedung Sate hingga sepanjang Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu malam 16 Mei 2026(Foto:Humas kota Bandung).

RRI.CO.ID, Bandung – Ribuan warga memadati kawasan Gedung Sate hingga sepanjang Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu malam 16 Mei 2026, untuk menyaksikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya Sunda.

‎‎Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan untuk mengambil posisi terbaik di sepanjang jalur kirab. Antusiasme warga semakin terasa ketika rombongan budaya mulai melintas membawa beragam kesenian khas dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

‎‎Kirab budaya tersebut menempuh rute sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer. Rombongan memulai perjalanan dari kawasan Kiara Artha Park, melintasi Jalan Jakarta dan Jalan Supratman, kemudian berakhir di kawasan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Sorak sorai masyarakat pecah saat rombongan kirab mulai melintas. Nuansa budaya Sunda begitu terasa melalui iringan musik tradisional, penampilan seni daerah, arak-arakan budaya, hingga hadirnya Mahkota Binokasih yang menjadi simbol kebesaran dan warisan budaya Sunda. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga tampak menunggang kuda dalam iring-iringan kirab yang semakin menyedot perhatian masyarakat.

‎‎Beragam pertunjukan seni tradisional seperti tari daerah, kaulinan barudak, penampilan sinden, hingga musik tradisional berhasil memukau warga yang memadati area kirab. Suasana Kota Bandung pun berubah menjadi panggung budaya terbuka yang dipenuhi semangat pelestarian tradisi Sunda.

‎‎Melly Susilawati (40), warga Antapani, mengaku rela datang sejak sore bersama keluarganya demi menyaksikan langsung kirab budaya tersebut.

‎‎“Sengaja datang dari jam setengah tiga sore. Pengen lihat langsung Kang Dedi sama kereta kencana,” ujar Melly, sabtu 16 Mei 2026.

‎‎Menurutnya, kegiatan budaya seperti Kirab Milangkala Tatar Sunda bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana memperkenalkan budaya Sunda kepada generasi muda.

‎‎“Anak-anak jadi tahu budaya Sunda itu kaya dan menarik. Jarang ada acara sebesar ini,” katanya.

‎‎Meski demikian, Melly berharap pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang bisa lebih tertata agar masyarakat semakin nyaman saat menyaksikan acara.

‎‎“Tahun depan semoga ada lagi tapi lebih tertata supaya warga lebih nyaman,” ujarnya.

‎‎Hal senada disampaikan Andri Aji (29), warga Buahbatu, yang datang bersama istri dan anaknya untuk menikmati suasana kirab budaya di kawasan Taman Lansia.

‎‎Ia mengaku terhibur dengan kemeriahan arak-arakan serta penampilan seni tradisional yang melintas di hadapan warga.

‎‎“Paling menarik lihat sinden dan arak-arakan budayanya. Bandung jadi terasa lebih hidup malam ini,” katanya.

‎‎Kirab Milangkala Tatar Sunda dimulai pada pukul 19.30 WIB dengan estimasi waktu pelaksanaan sekitar tiga jam. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, terutama di sepanjang Jalan Jakarta yang menjadi salah satu titik paling padat dipenuhi penonton. Banyak warga rela datang lebih awal demi dapat menyaksikan iring-iringan budaya dari jarak dekat.

‎‎Selain warga Kota Bandung, sejumlah wisatawan dari luar daerah juga tampak hadir menikmati suasana kirab budaya tersebut. Mereka terlihat antusias mengabadikan setiap penampilan seni dan budaya yang ditampilkan sepanjang perjalanan kirab.

Kemacetan lalu lintas sempat terjadi di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi kegiatan. Namun kondisi tetap terkendali berkat pengamanan dari aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta petugas gabungan lainnya yang berjaga di sejumlah titik strategis.

‎‎Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda merupakan inisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai upaya memperkuat identitas budaya Sunda sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat dalam merayakan budaya lokal yang sarat nilai sejarah dan filosofi.

‎‎Hingga malam hari, suasana di sepanjang rute kirab tetap dipenuhi warga yang terus menyaksikan jalannya acara dengan tertib dan penuh semangat. Gemerlap lampu kota yang berpadu dengan nuansa seni budaya menjadikan malam kirab di Kota Bandung terasa semakin semarak, hangat, dan berkesan bagi masyarakat yang hadir.

.

https://rri.co.id/bandung/regional/2418511/antusias-warga-padati-jalan-dan-gedung-sate-kirab-saksikan-milangkala-tatar-sunda