
Batam, Batamnews – Program transmigrasi lokal di kawasan Rempang Eco-City disebut memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi sejumlah warga, khususnya perempuan yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan dalam video bertajuk “Bagaimana Kehidupan Para Perempuan di Rempang Setelah Adanya Transformasi Kawasan?” yang ditayangkan melalui kanal YouTube PT Makmur Elok Graha (PT MEG). Salah satu warga, Novi, asal Sembulang, mengaku mengalami peningkatan usaha setelah menetap di kawasan baru Rempang Eco-City. Sebelumnya, Novi hanya menjalankan warung kopi sederhana.
Setelah mendapatkan dukungan permodalan melalui Bank Artha Graha Internasional, ia mengembangkan usahanya menjadi warung makan, warung sembako, jasa laundry, hingga depot air isi ulang. “Kalau di tempat dulu, saya hanya memiliki warung kopi seadanya. Sekarang di sini, berkat adanya program bantuan peminjaman dana usaha dari Bank Artha Graha Internasional, saya bisa mengembangkan bisnis menjadi warung makan, warung sembako, jasa laundry, hingga depot air isi ulang,” kata Novi, Rabu (7/10/2026). Menurut Novi, perkembangan tersebut turut berdampak terhadap pendapatannya. Ia memperkirakan pendapatannya meningkat sekitar 50 persen dibandingkan sebelum pindah.
Selain peningkatan ekonomi, Novi menyebut kepastian legalitas kepemilikan aset serta fasilitas kesehatan dan pendidikan menjadi salah satu faktor yang membuatnya merasa lebih aman untuk menjalani kehidupan di kawasan baru. Kondisi serupa juga disampaikan Juliana atau Yana, warga asal Kampung Pasir Panjang yang mengikuti program transmigrasi lokal. Menurut Yana, lingkungan tempat tinggalnya kini membuat interaksi dengan tetangga menjadi lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Jarak rumah yang lebih berdekatan membuat hubungan sosial antarwarga menjadi lebih intens. Yana juga mengaku terbantu karena dapat bekerja di PT MEG sekaligus menjalankan usaha warung dari rumah. “Alhamdulillah bahagia sangatlah, karena kita tidak harus meninggalkan anak, rumah, dan keluarga, tapi kita tetap bisa beraktivitas dan bekerja di sini,” ujar Yana. Dalam program tersebut, warga disebut mendapatkan sejumlah fasilitas untuk mendukung proses perpindahan dan kehidupan di kawasan baru.
Fasilitas itu antara lain hunian tipe 45 di atas lahan seluas 500 meter persegi, perabotan rumah tangga, kebutuhan sembako, serta layanan kesehatan melalui Arthakes. Warga juga berharap pembangunan kawasan Rempang Eco-City dapat terus berjalan dan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. “Kami berharap semoga pembangunan perusahaan dari PT MEG cepat terealisasi agar dapat merekrut lebih banyak warga tempatan. Semoga PT MEG semakin maju dan berjaya agar masyarakat Rempang bisa terus berkarya bersama,” kata Novi. Program transmigrasi lokal tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kawasan Rempang Eco-City yang turut menempatkan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi warga sebagai salah satu aspek dalam proses transformasi kawasan.
Wartawan : Adrianto
Source : https://batamnews.co.id/berita-130746-dari-warung-kopi-jadi-punya-empat-usaha-cerita-novi-setelah-pindah-ke-kawasan-rempang-eco-city.html

More Stories
Wali Kota Batam: Rempang Eco-City Satu-satunya PSN, Pemerintah Cari Jalan Tengah untuk Masyarakat
Rumah Ambruk Diterjang Puting Beliung, MEG dan Artha Graha Peduli Pulihkan Harapan Warga Dapur 3 Galang
Kebersamaan Warga Rempang-Galang dan Makmur Elok Graha Warnai Perayaan HUT ke-81 RI