August 3, 2026

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

The Local Market SCBD, Ruang Temu Baru Produk Kreatif Lokal

logo republika

 

Pembukaan The Local Market edisi Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026).
Pembukaan The Local Market edisi Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kawasan SCBD Park diramaikan dengan gelaran lokakarya komunal The Local Market. Acara The Local Market edisi Pasar Wiwitan hasil kolaborasi Creative Event Entertainment (CEE), serta didukung oleh Artha Graha Group dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (EKRAF) ini digelar pada 1 dan 2 Agustus 2026.

Founder KuKa dan penggagas The Local Market Titonius Karto menilai kehadiran The Local Market edisi Pasar Wiwitan di SCBD membawa pengalaman baru bagi para pengunjung. Menurut dia, esensi dari lokapasar fisik tidak akan pernah sepenuhnya tergantikan oleh kemudahan algoritma belanja dalam jaringan.

“The Local Market ingin menjadi ruang di mana orang datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk merasakan,” ujar Tito pada opening ceremony di SCBD Park pada Sabtu (1/8/2026).

Bagi Tito, pemilihan tema “wiwitan” berdasar kepada arti “new beginnings” atau permulaan baru dari kata wiwitan yang mengemas harapan atas kelancaran The Local Market di SCBD sebagai “rumah” barunya. Filosofi Jawa mengenai wiwitan, tradisi syukuran jelang panen sebagai simbol awal yang baik, dipadukan secara harmonis dengan dinamika modern perkotaan. Selain itu, terdapat tujuan dan harapan agar The Local Market edisi Pasar Wiwitan di SCBD bisa menjadi destinasi baru di Jakarta yang mampu menginspirasi lahirnya gerakan-gerakan serupa di berbagai sudut kota.

Konsep pasar terbuka yang mengutamakan interaksi personal ini mendapatkan apresiasi hangat dari pemerintah. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (EKRAF) Irene Umar berharap The Local Market bisa menjadi destinasi akhir pekan baru yang mempertemukan kembali para penjual dengan pembeli. Membawa kembali nuansa hangat yang sudah mulai pudar alih-alih komunikasi transaksional melalui media digital.

Dalam pandangan Irene, belanja bukan sekadar urusan memindahkan uang menjadi barang, melainkan tentang membangun cerita, apresiasi, serta empati terhadap proses panjang pembuatannya. “Jadi pasar ini dimulai tadi pagi dari jam 07.00. Kalau misal kita pikir, kan, selalu pengennya di Jakarta itu ada nggak sihfarmer’s market? Kemudian kita bisa berinteraksi langsung dengan orang-orang yang membuat. People behind the products, gitu,” ujar Irene.

photo

Pembukaan The Local Market edisi Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026). – (Dok. Mg166)

Irene mendorong terciptanya lebih banyak lagi ruang-ruang terbuka yang dapat menghadirkan para pelaku ekonomi lokal. Ia mencatat bahwa Indonesia masih memiliki banyak pelaku ekonomi kreatif yang membutuhkan dukungan melalui promosi atau melalui lokapasar luring rutin. Melalui tatap muka, nilai estetika dan kualitas dari kerajinan maupun sajian kuliner lokal dapat diapresiasi secara lebih utuh dan menyentuh.

Pelaksanaan The Local Market edisi Pasar Wiwitan turut didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Wakil Menteri KPPPA Veronica Tan menuturkan harapannya terhadap The Local Market agar menjadi destinasi yang menyediakan ruang aman bagi keluarga untuk menghabiskan waktu akhir pekannya bersama.

Dalam era perkotaan modern yang serbasibuk, menemukan tempat berkumpul yang ramah anak, nyaman, sekaligus mendidik bukanlah hal yang mudah. Pasar ini hadir menawarkan suasana inklusif bagi seluruh anggota keluarga.

“Kita ini kan, orang Indonesia, siapapun kita suka makan, kita suka belanja. Kita suka jalan-jalan, apalagi keluarga. Nah ini ada space yang disediakan. Kalau buat dari Kementerian PPPA, yang penting ada tempat, wadah, buat keluarga bisa jalan, anak-anak, dan juga pemberdayaan perempuannya,” ujar Veronica.

Selain itu, Veronica menyatakan dukungan kepada The Local Market sebagai ajang yang bisa mendorong para pelaku ekonomi kreatif yang dapat dinilai berpotensi, tetapi belum memiliki platform atau wadah sebagai eksposur. Banyak dari UMKM kreatif ini dipelopori oleh kaum perempuan yang menggerakkan roda ekonomi rumah tangga sekaligus melestarikan kerajinan nusantara.

Untuk memeriahkan suasana lokapasar, The Local Market menggandeng Sanggar Widya Pramana dari Yogyakarta untuk menampilkan beberapa hiburan tradisional seperti karawitan, wayang kulit dan tari tradisional. Dengan menghadirkan seni pertunjukan, The Local Market dapat menciptakan suasana penuh kehangatan dan makna, menjembatani warisan leluhur dengan kehidupan modern perkotaan. The Local Market direncanakan untuk diselenggarakan setiap bulan, tepatnya pada akhir pekan pertama dari bulan tersebut.

.

sumber: https://ameera.republika.co.id/berita/tj31zv425/the-local-market-scbd-ruang-temu-baru-produk-kreatif-lokal-part2