Menurut dia, penawaran dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Atas dasar itu, Kementerian Koordinator PMK dan Kementerian Kesehatan meninjau tempat tersebut. Bahkan, waktunya sangat singkat untuk mempertimbangkan survei lokasi.
“Prosesnya hanya 10 jam kalau saya tidak keliru. Diketahui Kemenko PMK dan Kemenkes hari Sabtu malam, dan diputuskan meninjau jam 8 pagi dan jam 10 pagi sudah dinyatakan pulau itu akan dipakai dan kesediaannya agar kami pinjam pakai untuk observasi WNI,” ujarnya.
Berharap para ABK tidak terpapar corona
Nah, Tomy bersama Artha Graha Peduli merasa senang diberi kesempatan yang terhormat atau kehormatan luar biasa oleh pemerintah. Karena Tomy sangat yakin yang menawarkan ini kepada pemerintah bukan hanya dirinya dan Artha Graha Peduli, tapi pasti juga banyak yang menawarkan.
“Kami berterima kasih kepada negara dan Pemerintah Pak Jokowi bahwa yang dipilih adalah Pulau Sebaru Kecil. Kami bangga, bisa peran serta dalam rangka menyelesaikan masalah daerah observasi orang yang terkena potensi virus corona. Saya katakan potensi ya, karena belum tentu mereka (68 orang ABK) kena virus corona,” jelas dia.
Sebelumnya, 68 WNI yang berprofesi ABK di Kapal Pesiar Diamond Princesw sudah tiba di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu pada Kamis, 4 Maret 2020. Rencananya, mereka akan menjalani proses observasi selama 14 hari ke depan sesuai dengan standar kesehatan.
sumber: https://www.viva.co.id/berita/nasional/1203597-cegah-corona-helikopter-hingga-kri-disiapkan-di-pulau-subaru?medium=autonext
More Stories
Artha Graha Peduli dan Palace Hotel Cipanas Dukung Polda Jabar dalam Gerakan “Satu Langkah untuk Alam, Seribu Manfaat untuk Negeri”
Wadirut Bank Artha Graha Christina Raih Penghargaan Leading Women
Aksi Kemanusiaan, Tim PHC Bantu Evakuasi Wisatawan Asal Tiongkok di Perairan Pulau Langkoi