July 3, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

KPK Tegaskan Pencegahan Aguan Masih Berlaku

Chairman Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan menunggu untuk diperiksa di Gedung KPK, Jakarta/ANT/Akbar Nugroho Gumay

Chairman Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan menunggu untuk diperiksa di Gedung KPK, Jakarta/ANT/Akbar Nugroho Gumay

Chairman Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan menunggu untuk diperiksa di Gedung KPK, Jakarta/ANT/Akbar Nugroho Gumay
Chairman Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan menunggu untuk diperiksa di Gedung KPK, Jakarta/ANT/Akbar Nugroho Gumay

metrotvnews.com , 26 Agustus 2016 , 13:39 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pencegahan ke luar negeri terhadap bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, masih berlaku. Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, Lembaga Antirasuah belum pernah meminta Ditjen Imigrasi mencabut status pencegahan keduanya.

“Pencegahan masih berlaku hingga saat ini, belum dicabut,” kata Priharsa di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said Kuningan,Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2016).

Sebelumnya, dari informasi yang diperoleh, Aguan dan mantan Komisaris Agung Sedayu Group Richard Halim Kusuma mengajukan permohonan pencabutan pencegahan kepada pimpinan KPK. Pimpinan KPK dikabarkan telah menindaklanjuti permohonan Aguan dan Richard.

Keduanya dicegah ke luar negeri terkait penyidikan KPK dalam kasus dugaan suap anggota DPRD DKI Jakarta. Permintaan KPK untuk mencegah Aguan bepergian ke luar negeri ini dikeluarkan sejak 3 April 2016.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi. Ia diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Suap tersebut diduga terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Sejauh ini sudah ada tiga tersangka dalam kasus ini mereka yakni Sanusi, Ariesman dan anak buah Ariesman, Trinanda Prihantono.

 

Sumber : http://news.metrotvnews.com/hukum/5b2MBB4N-kpk-tegaskan-pencegahan-aguan-masih-berlaku