July 3, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

Kalbar Komitmen Dorong Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Komoditas

www.rmoljakarta.com

Jum’at, 27 Mei 2016 , 13:40:00 WIB

Laporan: Andhika Tirta Saputra
 
thumb_281644_01411427052016_IMG-20160526-WA0038
RMOL. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen mewujudkan  pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan  hijau yang menyeimbangkan  antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan  lingkungan  dan sosial, hal tersebut  dengan melakukan tindakan termasuk mendorong REDD atau Penurunan Emisi  dari Pemcegahan  Deforestasi dan Degradasi Hutan.‎

“Untuk melaksanakan itu, harus ada keterlibatan tiga komponen untuk melaksanakannya, diantaranya Pemerintah dan Swasta serta keterlibatan  Masyarakat, “ungkap Gubernur Cornelis, ketika meluncurkan Percontohan Kemitraan Untuk  Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Komoditas di Provinsi Kalimantan Barat, di Hotel JW.Marriot, Jumat (27/5).

Menurut Cornelis  Indonesia khususnya Kalimantan hutannya merupakan  penyuplai terbesar dalam menjaga terjadinya pemanasan   global rumah kaca , sebagai paru paru dunia semua pihak harus menjaga hutan, melestarikannya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, namun harus ada kepedulian semua pihak terutama pihak swasta dan masyarakat.

Untuk itu, kata Cornelis, para pemangku kepentingan baik dalam maupun lar negeri, diharapkan bersama  mencari solusi akan tantangan pertumbuhan hijau, pendekatan Landskap yang sukses sangat tergantung pada  kepemimpinan  yang kuat oleh pemerintah serta didukung oleh pemangku  kepentingan  yang bekerjasama  untuk memecahkan masalah khususnya dalam menjaga Hutan.

“Sekarang ini kita jangan lagi saling menyalahan, tetapi mulai sekarang kita harus berbuat dan melakukan action dalam menangani serta mencegah akan pemanasan global,” papar Cornelis.

Pada COP 21,Indonesia  berkomitman utnuk mengurangi  emisi sebesar 29 persen dengan pendanaan  sendiri sebesar 41 persen dan bantuan pihak internasional pada tahun 2030 sektor lahan  berkontribusi sekitar 70-80 persen terhadap komitmen tersebut.

Komitmen tersebut menjadi perhatian  enam Gubernur di Indonesia yang tergabung dalam  GCF Task Force sejak Tahun 2008, enam Provinsi GCF tersebut  mememiliki tutupan  hutan dan kawasan hutan 58 persen, dari total kawasan dan tutupan  hutan di Indonesi, dan 64 persen lahan gambut dan hutan gambut.

“Hutan dan lahan gambut  memiliki potensi  besar  dalam menyumbang  emisi gas rumah kaca , pengurang emisi dari sektor ini sangat  perlu dilakukan terutama dalam menekan lahu deforestasi dan degradasi hutan,” tegas Cornelis.

Semantara itu dalam Peluncuran Percontohan Kemitraan  untuk Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Komoditas pertama telah ini dilakukan pihak swasta pertama kalinya di Kalbar dilakukan oleh pihak PT.CUS dihadiri  Presiden Direktur Hasjim Oemar dan IDH dihadiri  Direkturnya  Fitriani Ardiansyah.

Kegiatan ini merupakan komitmen untuk pembangunan berkelanjutan  di Provinsi Kalbar, sehingga kemakmuran ekonomi masyarakat dan perlindungan  lingkungan  dapat berjalan  bersama.

“Kami juga merasa bangga  ikut memberikan kontribusi  dan berperan bersama pemerintah menjaga serta melestarikan hutan,” kata Hasjim Oemar.‎

Hadir dalam peluncuran tersebut diantaranya Duta Besar  Kerajaan Belanda H.E.Rob Swartbol dan  Duta Besar  Kerajaan Norwegia H.E.Stig Traavik selaku Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead serta 6 Gubernur yang tergabung dalam  GCF serta Anggota DPR RI dan Akademisi. [dka]

Sumber : http://www.rmoljakarta.com/read/2016/05/27/26919/Kalbar-Komitmen-Dorong-Pembangunan-Berkelanjutan-Berbasis-Komoditas