July 3, 2022

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

DOKTER ARIFIN AKHIRNYA MENINGGAL DUNIA

www.rmol.co

SENIN, 23 MEI 2016 , 10:16:00 WIB

RMOL. Dr. Arifin K Anwar (36) yang dievakuasi darurat medik melalui udara oleh tim Artha Graha Peduli dari Bajawa, Nusa Tenggara Timur ke Yogyakarta, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Dr.Sardjito pagi tadi, pukul 08.00.

Kabar duka cita itu disampaikan Ketua Harian AGP Indra S Budianto kepada Kantor Berita Politik RMOL, beberapa saat yang lalu, Senin, (23/5).

“Artha Graha Peduli turut berduka cita atas meninggalnya dokter Arifin,” ujar Indra S Budianto.

Indra menambahkan, AGP telah berusaha maksimal, namun Tuhan Yang Maha Kuasa berkehendak lain dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan tabah.

“AGP akan lanjut membantu setiap dokter yang memang dalam keadaan darurat harus dibantu, tentunya dengan bekerja sama dengan pemerintah,” ujar Indra.

Kamis (19/5) lalu, Dr. Arifin K Anwar mengalami cidera kepala dan koma akibat terjatuh saat bersepeda di kawasan perbukitan Kabupaten Ngada, Pulau Flores.

“Cedera pas lagi sepedaan di bukit. Pas turunan ada kerikil-kerikil dan pasien berusaha rem dibantu kaki juga. Namun, sepedanya terjungkal ke depan,” kata dr Graz Rimba, dokter dari AGP yang memimpin evakuasi medik setibanya di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, Sabtu siang (21/5).

dr Arifin diterbangkan ke Yogyakarta dengan pesawat ambulan udara Medevac jenis Bombardier Learjet 31A.

Evakuasi medik ini, katanya, sangat darurat dilakukan karena pasien dalam keadaan intra cranium injury, yaitu cedera di kepala sehingga menyebabkan koma. Pasien dalam kondisi intra cranium injury harus dibantu dengan ventilator karena tidak bisa bernafas secara spontan.

“Nafasnya dibantu mesin istilahnya,” kata dr Graz.

Pasien diserahterimakan oleh AGP kepada pihak keluarga dan RS Dr.Sardjito untuk perawatan lebih lanjut. Yang mewakili keluarga adalah istri dan ayah dari dr Arifin Anwar. Agustina Puspasari mengucapkan terimakasih banyak kepada tim AGP yang telah membantu mengevakuasi suaminya dari penyiapan pesawat hingga tertangani oleh tim medis di RS Dr Sardjito.

dr Rukmono selaku Direksi RS Sardjito juga mengucapkan penghargaan kepada AGP dan sangat apresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh pihak AGP.  “Ini misi yang luhur tanpa pamrih membantu sesama dan perlu jadi contoh bagi yang lain,” katanya.

Evakuasi medik ini merupakan yang kedua dilakukan oleh AGP dalam program yang dinamakan AGP Dokter. Sebelumnya, pada 26 November 2015, Tim AGP membantu evakuasi pasien atas nama dr. Firman Budi beserta dua perawat Intan dan Ade yang terkena malaria di distrik Iwur pedalaman Papua. Dengan pesawat sewaan, ketiganya mendarat dengan selamat di Bandara Sentani, Jayapura.[wid]

Sumber : http://www.rmol.co/read/2016/05/23/247410/Dokter-Arifin-K-Anwar-Tak-Tertolong-Lagi