- Selasa, 1 September 2026 19:04 WIB waktu baca 2 menit
Pemadaman karhutla yang dilakukan pemerintah lewat UPT Wilayah Kayong dengan masyarakat dan korporasi di wilayah Kayong Utara, Kalbar. ANTARA/HO-Istimewa
Jakarta (ANTARA) – Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat dilakukan melalui sinergi lintas sektor, sebut Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Wilayah Kayong, Ponty Wijaya.
Dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa, Ponty Wijaya menyebut penanganan karhutla di wilayah Desa Mata-Mata di Kabupaten Kayong Utara melibatkan UPT KPH Wilayah Kayong, TNI, Polri, masyarakat, serta pihak perusahaan mengingat kondisi di lapangan membutuhkan gerak cepat, koordinasi, serta dukungan berbagai pihak.
“Kami mengapresiasi dukungan dari pihak perusahaan. Adapun dukungan yang diberikan di lapangan adalah menurunkan langsung personel membantu pemadaman dan sarana prasarana pemadaman. Apa yang dilakukan di lapangan menunjukkan bahwa dunia usaha juga memiliki kepedulian dan dapat ambil bagian dalam penanganan karhutla,” katanya.
Dia secara khusus menyebut upaya penanggulangan melibatkan pihak KPH Wilayah Kayong, TNI, Polri, masyarakat dan Artha Graha Peduli (PT Cipta Usaha Sejati dan PT Jalin Vaneo), tidak hanya dilakukan di Desa Mata-Mata tapi juga di desa lain di sekitar Kecamatan Simpang Hilir.
Selain unsur pemerintah, TNI, Polri, dan perusahaan, keterlibatan masyarakat dinilai memiliki peran yang sangat penting. Masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lokasi rawan kebakaran, termasuk lahan yang berpotensi terdampak.
Kepedulian dan respons cepat masyarakat dinilai dapat membantu mempercepat proses pelaporan, pemadaman, serta mencegah api meluas.
Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga diharapkan dapat diperkuat dalam aspek pencegahan dan kesiapsiagaan.
Langkah tersebut antara lain melalui patroli bersama, pemantauan wilayah rawan, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta peningkatan kesiapan personel dan sarana pemadaman.
Karhutla yang terjadi pada 2026 menjadi pengingat bahwa upaya perlindungan hutan dan lingkungan membutuhkan komitmen bersama. Pemerintah melalui KPH, TNI, Polri, masyarakat, dan dunia usaha memiliki peran yang saling melengkapi dalam mencegah maupun menangani karhutla.
UPT KPH Wilayah Kayong menyatakan akan terus membangun koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah kerja KPH.
sc: https://www.antaranews.com/berita/5721003/kph-wilayah-kayong-sinergi-lintas-sektor-tangani-karhutla-kayong-utara

More Stories
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan
Rumah Ambruk Diterjang Puting Beliung, MEG dan Artha Graha Peduli Pulihkan Harapan Warga Dapur 3 Galang
Arthatel & AGP Edukasi Anak soal Penggunaan Internet Cerdas-Aman