
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) mencetak pertumbuhan pendapatan pada tiga bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan neto ECII meningkat sekitar 26% year on year (yoy) dari Rp 585,08 miliar menjadi Rp 600,29 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan barang elektronik bermerek yang menyumbang Rp 550,74 miliar.
Corporate Secretary Electronic City Indonesia, Widi Satya Chitra mengatakan, peningkatan penjualan ini didorong momentum liburan seperti Ramadan dan Lebaran yang seluruhnya jatuh pada kuartal pertama.
“Hal ini mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, khususnya pada produk elektronik yang secara historis mengalami kenaikan permintaan selama periode Ramadan dan Lebaran,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (6/5/2026).
Di sisi lain, Widi bilang pihaknya juga terus menjalankan program efisiensi serta pengendalian beban operasional. Dus, pertumbuhan penjualan dapat diimbangi dengan peningkatan efisiensi dan profitabilitas.
Namun, ia tak memungkiri kuartal kedua dibayangi sejumlah tantangan. Menurut Widi, konflik Timur Tengah saat ini berpengaruh terhadap harga produk elektronik di ritel. Masalah ini juga memicu perang harga baik di kanal online maupun offline. Pun, daya beli masyarakat untuk membeli produk elektronik baru menurutnya masih lemah.
Oleh karena itu, Widi mengatakan, perusahaan menyiasati dengan menyediakan produk subtusi yang harganya lebih kompetitif untuk masyarakat. ECII juga menggenjot diversifikasi usaha.
“Kami mencari peluang baru dengan diversifikasi usaha perseroan, seperti mengoptimalkan layanan afiliasi bisnis EC Agents dan layanan purnajual Service City. Sehingga, ke depan perusahaan bisa menjadi end to end business,” kata dia.
Tak hanya itu, ECII juga berfokus memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan database pelanggan agar perusahaan dapat mengoptimalkan pemahaman terhadap profil dan preferensi pelanggan. “Sehingga, penetapan target pasar menjadi lebih terarah dan strategi penawaran produk maupun program pemasaran dapat disesuaikan secara lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan,” jelas Widi.
Dari sisi digital, perusahaan juga tetap mengembangkan aplikasi ECI.ID yang diharapkan dapat berkontribusi menjadikan perusahaan sebagai solusi end-to-end yang terintegrasi.
Dengan demikian, ECII menetapkan target kinerja keuangan yang bertumbuh pada tahun ini, meskipun tidak memerinci besarannya. Bagaimanapun, Widi menilai perusahaan berada dalam kondisi yang baik untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Manajemen juga tak merinci nominal belanja modal alias capital expenditure (capex) yang dianggarkan ECII tahun ini. Yang jelas, belanja modal perusahaan pada 2026 difokuskan untuk penambahan kapasitas gudang dan pembukaan toko baru.
Source : https://industri.kontan.co.id/news/terdongkrak-lebaran-penjualan-electronic-city-ecii-meningkat-26-di-kuartal-i-2026

More Stories
Artha Graha Peduli Support Penguatan Talenta AI Indonesia Lewat Forum Internasional “AI The Next Chapter”
Artha Graha Peduli Dukung Sukses Siliwangi Santri Camp 2026
Kemah Bela Negara Korps Kadet RI Siliwangi Santri Camp Se Jabar-Banten Sukses Digelar