
Jakarta — Kekayaan rempah dan warisan budaya Indonesia kembali diangkat ke panggung nasional melalui program tematik bertajuk “Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore” yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta. Program ini berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai 20 April hingga 31 Mei 2026, menghadirkan pengalaman imersif yang memadukan sejarah, budaya, kuliner, hingga potensi investasi dari wilayah Maluku Utara.
Diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bumi dan menyambut Hari Waisak, program ini mengusung harmoni antara manusia, alam, dan budaya sebagai benang merah utama. Ternate dan Tidore, dua wilayah yang dikenal sebagai pusat jalur rempah dunia, menjadi sorotan melalui berbagai kegiatan yang menampilkan kekayaan alam serta sejarah panjang perdagangan cengkeh dan pala yang pernah menghubungkan Nusantara dengan dunia internasional.
Pembukaan resmi program berlangsung pada 22 April 2026 di Flores A Ballroom hotel, menghadirkan pameran budaya, pertunjukan tari dan musik tradisional, hingga peragaan busana yang merepresentasikan identitas lokal Ternate dan Tidore. Acara ini juga diramaikan dengan talkshow yang membahas sejarah jalur rempah, relevansinya dengan warisan budaya, serta nilai spiritual yang terkandung dalam Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia.
Sejumlah tokoh penting turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman, Pendiri Yayasan Negeri Rempah Bram Kushardjanto, serta Ketua Ehipassiko Foundation Kartika Swarnacitra.
Dalam sambutannya, M. Tauhid Soleman menekankan pentingnya kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan Ternate dan Tidore ke tingkat nasional hingga internasional. Ia menyebut bahwa kegiatan ini bukan sekadar promosi wisata, tetapi juga membuka peluang investasi, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menarik investor untuk melihat potensi besar yang dimiliki Ternate dan Tidore,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ahmad Laiman menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Ia menjelaskan bahwa Tidore memiliki kawasan hutan yang luas serta kekayaan biodiversitas yang harus dijaga sebagai alternatif dari eksploitasi sumber daya alam.
Selama program berlangsung, pengunjung dapat menikmati beragam kegiatan menarik. Salah satunya adalah sajian Kuliner Ternate & Tidore di Bogor Cafe yang tersedia setiap hari kerja. Hidangan prasmanan autentik berbasis rempah disajikan langsung oleh juru masak dari daerah asal, memberikan pengalaman rasa yang otentik dengan harga mulai dari Rp498.000 per orang.
Selain itu, agenda lain yang tak kalah menarik meliputi Business & Investment Forum (24 April), bincang budaya dan sejarah jalur rempah, Gathering Pemuda Diaspora (26 April), hingga Pesta Rakyat Ternate & Tidore yang akan digelar pada 24 Mei 2026.
Sebagai bagian dari kampanye lingkungan dalam rangka Hari Bumi, program ini juga menghadirkan pertunjukan Mermaid & Merman Indonesia: The Spirit of the Archipelago hasil kolaborasi dengan Yayasan El John Indonesia. Atraksi ini membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga kelestarian laut dan ekosistem maritim Indonesia.
Menutup rangkaian acara, dalam semangat Waisak, akan digelar kegiatan meditasi pada 7 Juni 2026 bekerja sama dengan Yayasan Ehipassiko, serta pameran infografis mengenai sejarah Candi Borobudur yang ditampilkan di area lobi hotel sebagai refleksi nilai spiritual dan budaya.
Tak hanya itu, Hotel Borobudur Jakarta juga menghadirkan paket menginap spesial bertajuk “Borobudur Serenity Stay” yang berlaku pada 24 Mei hingga 7 Juni 2026. Paket ini menawarkan berbagai fasilitas eksklusif, mulai dari sarapan, sesi yoga dan meditasi, tiket masuk ke Candi Borobudur, hingga suvenir dan layanan tambahan lainnya.
Director of Marketing Communication hotel, Karina Eva Poetry, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan untuk mendukung pariwisata Indonesia melalui pendekatan budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif.
“Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal kekayaan Indonesia, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sumber inspirasi budaya dan nilai kehidupan,” ujarnya.
Dengan rangkaian kegiatan yang kaya dan beragam, “Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore” menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara budaya, pariwisata, dan pelestarian lingkungan dapat menghadirkan pengalaman yang bermakna sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Source : https://www.mnctrijaya.com/news/detail/76220/kolaborasi-rempah-dan-warisan-budaya-nusantara-hadir-di-hotel-borobudur

More Stories
Kolaborasi Ternate dan Tidore, Promosikan Potensi Daerah di Hotel Borobudur
Hotel Borobudur Angkat Singkawang Sebagai Wajah Toleransi Indonesia
Komitmen Hotel Borobudur Jakarta dan Artha Graha Peduli Jaga Stabilitas Pangan Melalui Kegiatan Pasar Murah