
jpnn.com, JAKARTA – Gugus Tugas Batam Maju BP Batam berhasil mengumpulkan 10 ton sampah hanya dalam waktu satu jam di kawasan Rempang, Kota Batam. Aksi yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Nasional 2026 itu dinilai sebagai salah satu kegiatan bersih lingkungan tercepat di tingkat nasional.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyampaikan aksi itu menjadi model kolaborasi konkret antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menangani persoalan sampah di wilayah pesisir.
Adapun kegiatan itu kolaborasi Artha Graha Peduli, PT Makmur Elok Graha (MEG), Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, program gotong royong masyarakat Gema Asri, serta startup lingkungan CONTAINDER. “Lebih dari 500 sukarelawan terlibat dan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif menjadi kunci dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Amsakar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4). Amsakar mengatakan tantangan pengelolaan sampah di Batam masih tergolong tinggi.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam mencatat estimasi timbunan sampah mencapai lebih dari 20 ribu ton per tahun, termasuk yang mencemari kawasan pesisir seperti Rempang. “Akibat aktivitas domestik, kiriman sampah laut, serta keterbatasan sistem pengelolaan yang belum sepenuhnya terintegrasi,” kata Amsakar.
Amsakar menegaskan gerakan tersebut sejalan dengan program gotong royong masyarakat melalui Gema Batam ASRI. “Sebagai implementasi konkret kebijakan nasional di tingkat daerah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat hingga level RT dan RW,” jelas Amsakar.
Menurut Amsakar, kerja bersama mampu menghasilkan dampak besar dalam waktu singkat. “Ke depan, kami ingin memastikan gerakan seperti ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh lebih dari 150 aparatur sipil negara dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batam, mempertegas komitmen pemerintah dalam menghadirkan aksi langsung di lapangan.
Ketua Gugus Tugas Batam Maju, Li Claudia Chandra menekankan perubahan perilaku masyarakat hanya dapat dicapai melalui keterlibatan langsung. “Pendekatan harus bergeser dari sekadar narasi menjadi aksi nyata. Ketika masyarakat terlibat langsung, akan tumbuh kesadaran dan rasa memiliki terhadap lingkungan. Itu yang menjadi fondasi keberlanjutan,” ungkapnya. Wakil Ketua Gugus Tugas Batam Maju, Moris Limanto, menyampaikan aksi ini merupakan bagian dari strategi inovasi program yang terus diperluas.
“Kami ingin setiap program memberikan dampak nyata. Setelah mendorong penguatan UMKM hingga menghasilkan omzet Rp1 miliar dalam tiga hari, kini kami fokus pada isu lingkungan sebagai prioritas bersama,” jelasnya. Direktur Utama PT MEG Nuraini Setiawati menilai kegiatan ini sebagai bentuk integrasi antara pembangunan kawasan dan pemberdayaan masyarakat. “Dampak yang dihasilkan hari ini tidak hanya lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga pergerakan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM dari warga Rempang Eco City yang merupakan binaan PT MEG,” pungkas Nuraini.(mcr10/jpnn)

More Stories
Dari Gunung Padang Ajakan Pertobatan Ekologis di Peringatan Hari Bumi
Pimpin Upacara Hari Kartini di Rembang, Menteri PPPA Tegaskan Komitmen Asta Cita untuk Pemberdayaan Perempuan
Artha Graha Peduli Dukung Sukses Siliwangi Santri Camp 2026