April 17, 2026

Artha Zone

Created & modified by m1ch3l

Ibu Hamil Alami Preeklamsia Berat, PHC Bantu Evakuasi Laut dari Pulau Komodo

Ibu Hamil Alami Preeklamsia Berat, PHC Bantu Evakuasi Laut dari Pulau Komodo

Ibu Hamil Alami Preeklamsia Berat, PHC Bantu Evakuasi Laut dari Pulau Komodo

Padar Heritage Conservation (PHC) kembali melakukan evakuasi medis terhadap seorang ibu hamil dengan kondisi darurat dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 9 April 2026.

Humas PHC, Yoanna Daely, menjelaskan bahwa informasi awal terkait kondisi pasien diterima dari tenaga kesehatan di wilayah setempat yang meminta bantuan segera untuk proses rujukan medis.

“Sekitar jam 12-an kami mendapat telepon dari tim Puskesmas Komodo yang menginformasikan adanya ibu hamil dengan kondisi yang harus segera dievakuasi ke Labuan Bajo,” ujar Yoanna, saat di konfirmasi RRI, Kamis sore.

Menindaklanjuti laporan tersebut, lanjut Yoanna, tim PHC yang berada di Pos Padar Utara langsung disiagakan dan diberangkatkan menuju lokasi pasien untuk melakukan penjemputan dan evakuasi.

“Tim dari Pos Padar Utara langsung kami berangkatkan ke Komodo, lalu lanjut membawa pasien ke Labuan Bajo menggunakan Sea Riders,” katanya.

Pasien diketahui bernama Siti Maisyah, dengan usia kehamilan sekitar 37 hingga 39 minggu. Ia mengalami preeklamsia berat dengan tekanan darah mencapai 209/110 mmHg, sehingga membutuhkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Adapun dalam proses evakuasi tersebut, pasien didampingi oleh tenaga medis Sofina Evi. Sementara itu, tim PHC yang terlibat dalam operasi berjumlah tiga orang.

Lebih lanjut, Yoanna menyampaikan, kondisi medis pasien yang cukup serius menjadi pertimbangan utama sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Kondisi ibu dengan tekanan darah tinggi dan usia kehamilan yang sudah cukup tua membuat evakuasi harus dilakukan secepat mungkin,” ucapnya.

Setibanya di Labuan Bajo, proses penanganan turut didukung oleh berbagai pihak. Ambulans dari LKK telah disiagakan di kawasan KP3 guna mempercepat rujukan ke fasilitas kesehatan. Selain itu, unsur KSOP, Basarnas, dan Polairud juga turut membantu proses penanganan di Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo.

Diketahui, PHC kerap membantu proses evakuasi warga di Pulau Komodo karena faktor kedekatan jarak. Evakuasi ini pun menjadi yang keempat dilakukan sejak awal 2026, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan dan tim lapangan dalam penanganan situasi darurat di wilayah kepulauan.